Entri Populer

Kamis, 30 September 2010

TEKNOLOGI 3G

3G (dari bahasa Inggris: third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki.. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain
menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai standar baru jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang
Telepon video wireless dan akses Internet berkecepatan tinggi adalah kenyataan layanan mobile generasi ketiga yang pertama di dunia atau "3G" yang diluncurkan pada tanggal 1 Oktober oleh NTT DoCoMo di Tokyo. Wireless generasi ketiga adalah sekelompok teknologi wireless yang bergerak dari komunikasi circuit-switched ke jaringan berbasis paket, berkecepatan tinggi dan broadband wireless. Ini didahului oleh analog generasi pertama dan teknologi komunikasi digital generasi kedua. Jaringan wireless 3G mampu memindahkan data pada kecepatan hingga 384Kbps. Rata-rata kecepatan untuk jaringan 3G berkisar antara 64Kbps dan 384Kbps, sangat jauh jika dibandingkan dengan kecepatan data wireless biasa di AS yang seringkali lebih lambat dari modem 14.4Kb. 3G dianggap berkecepatan tinggi atau akses internet mobile pita lebar, dan di masa depan jaringan 3G diperkirakan meraih kecepatan lebih dari 2Mbps. Teknologi 3G mengubah telepon dan piranti lain menjadi pemain multimedia, membuatnya bisa mendownload musik dan klip video. Layanan baru ini disebut “freedom of mobile multimedia access” (FOMA), dan ia mengguakan teknologi wideband code division multiple access (W-CDMA) untuk memindahkan data melalui jaringannya. W-CDMA mengirimkan data dalam bentuk format digital melalui wilayah frekuensi, yang membuat data bergerak lebih cepat tapi juga menggunakan lebih banyak bandwith daripada layanan suara digital.
                    W-CDMA bukan hanya teknologi 3G; saingannya antara lain teknologi CDMAONe yang berbeda secara teknis tapi juga memberikan layanan yang serupa. Layanan FOMA berlaku di wilayah radius 20 mil sekitar pusat Tokyo. Perusahaannya bermaksud memperkenalkannya ke kota-kota Jepang lain pada akhir tahun. Tapi jasa dan telapon mahal dan diperkirakan bakal lambat memasuki pasar. Saat industri wireless sadar bahwa meningkatkan jaringan 3G merupakan tantangan yang mahal dan bersifat teknologi, tingkat sementara yang berkembang disebut 2.5G. Jaringan ini memindahkan data pada kecepatan hingga 114Kbps, yang lebih cepat daripada jaringan digital tradisional (2G). Telepon dengan layanan 2.5G dapat digunakan bergiliran antara menggunakan internet, mengirim atau menerima pesan tertulis, dan melakukan panggilan telpon tanpa kehilangan koneksinya.
Sementara Jepang memiliki layanan 2.5G untuk lebih dari setahun dan Eropa juga memiliki layanan 2.5G, AS baru saja mulai membuat layanan yang sama. Seattle adalah kota AS pertama yang memperoleh layanan 2.5G di bulan Juli. Wireless carriers bekerja memperluas layanan itu ke lebih banyak kota dalam tahun 2001. Teknologi 2.5G yang dominan adalah general packet radio service (GPRS), yang selalu siap dan memberikan pengguna koneksi ke internet dan email.
             Namun belakangan malah negara AS yang lebih maju daripada negara lain. Ini karena infrastruktur telekomunikasi di AS lebih berkembang ketimbang banyak negara-negara Eropa dan Asia. Sebagai hasilnya., permintaan untuk piranti wireless jauh lebih rendah di AS karena konsumen memiliki pilihan yang ongkosnya jauh lebih rendah. Juga, AS memiliki sejumlah standar teknis persaingan untuk layanan digital sementara negara Eropa dan Asia lebih dipusatkan pada satu kelompok standar dalam sistem global untuk komunikasi mobile (GSM atau global system mobile). Layanan wireless 3G juga memberikan bandwith tambahan (bandingkan dengan layanan 2G) tapi banyak perusahaan wireless AS tidak mempunyai ijin untuk gelombang yang cukup guna memberikan layanan semacam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar